Arsip

Tag Artikel ‘Pendidikan Karakter’

Kepada Direktur Pembinaan SD Prof. Dr. Ibrahim Bafadal: Pembaharuan Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter Tidak hanya untuk Lima Mapel

Harian Radar Malang, 2 Mei 2011, pada Rubrik Pro-Edukasi memuat penjelasan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendiknas Prof. Dr. Ibrahim Bafadal tentang formula pendidikan karakter yang diberi tema besar “Revitalitasi Pendidikan Karakter SD”. Sebagian penjelasan beliau, “Di sekolah, prinsipnya tidak ada perubahan krikulum, tapi sedikit pembaharuan yang intinya menyemaikan pendidikan karakter pada proses pembelajaran di lima mapel (Agama, PKn, Matematika, IPA, dan IPS).” Atas penjelasan tersebut, yang perlu saya tanyakan adalah: Mengapa hanya lima mapel? Mengapa mapel Bahasa Indonesia tidak masuk dalam program penyemaian pendidikan karakter? Padahal, berdasarkan penelitian saya (dan tim), mapel Bahasa Indonesia tidak hanya strategis untuk penyemaian pendidikan karakter, tetapi juga untuk penyemaian pendidikan kewirausahaan (ekonomi kreatif) dan pendidikan anti-KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Bahkan, dua tahun terakhir ini saya (dan tim) telah berhasil mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendidikan anti-KKN dan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendidikan kewirausahaan.
Senyampang naskah grand design “Revitalitasi Pendidikan Karakter SD” masih dalam proses penyusunan, saya berharap mapel Bahasa Indonesia bisa dimasukkan dalam salah satu target penyemaian pendidikan karakter. Sekiranya usulan saya tersebut diragukan, saya (dan tim) siap menjelasankannya dalam forum ilmiah. Bahkan, kalau dipandang perlu, saya (dan tim) siap membantu mengembangkan naskah akademiknya.
Mohon tanggapan.